instaandroid

Selain Mi Max 3, Xiaomi juga berencana merilis suksesor smartphone Mi A1, yakni Mi A2. Hal ini diketahui dari teaser baru yang dirilis Xiaomi di media sosial. Teaser itu tidak berisi banyak informasi, tapi menyuguhkan indikasi kuat kehadiran suksesor smartphone berbasis Android One itu. Pasalnya, pada bagian atas teaser terdapat logo Android One dan dilengkapi tagar terkait OS tersebut. "Are you a big fan of #MiA1? You will love this... #Xiaomi #AndroidOne #2isbetterthan1," tulis Xiaomi saat mengunggah gambar teaser di akun Twitter resminya. Selain itu, pada gambar teaser juga terdapat tulisan "The Next Gen is Coming". Hal ini kian kuat mengindikasikan kehadiran Mi A2. Pihak Xiaomi sejauh ini belum memberikan konfirmasi tentang peluncuran smartphone Mi A2, tapi bocoran sejumlah spesifikasinya sudah menghiasi internet. Menutur laporan, Xiaomi Mi A2 akan hadir dengan layar berukuran 6 inci, prosesor Snapdragon 660, dua pilihan RAM yakni 4GB dan 6GB, serta memori internal 32GB, 64GB dan 128GB. Seperti smartphone Android One lain, perangkat ini akan meluncur dengan versi OS terbaru yaitu Android 8.1 Oreo. Xiaomi Mi A2 diperkirakan akan mulai dijual pada 8 Agustus 2018. . . #android #androidonly #google #googleandroid #droid #instandroid #instaandroid #instadroid #instagood #ics #jellybean #samsung #samsunggalaxys2 #samsunggalaxy #phone #smartphone #mobile #androidography #androidographer #androidinstagram #androidnesia #androidcommunity #xiaomi #xiaomiMia2 #Mia2 #androidOne

Analis dari Sanford C. Bernstein & Co di Hong Kong, David Dai, menyebut Yoshida sudah jelas mengirim sinyal pendapatan dari bisnis konten, software, layanan, dan segmen berlangganan adalah hal penting. "Semuanya itu akan mendorong pertumbuhan dan sekaligus mempertahankan pertumbuhan perusahaan," tuturnya seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (25/5/2018). Dengan demikian, bisa dikatakan Sony tampak tidak lagi menggantungkan harapan tinggi untuk bisnis hardware, termasuk smartphone. Penjualan produk hardware utamanya diperkirakan akan mengalami penurunan pada tahun ini, termasuk konsol PlayStation, TV, kamera digital dan smartphone. Perusahaan asal Jepang itu memperkirakan akan menjual 16 juta unit konsol PlayStation, 11,5 juta TV, 3,8 juta kamera digital dan 10 juta smartphone pada tahun fiskal 2018. Jumlah ini menurun jika dibanding tahun lalu. Pada tahun fiskal 2017, penjualan konsol PlayStation mencapai 19 juta unit, TV 12,4 juta, kamera digital 4,4 juta dan smartphone sebanyak 13,5 juta unit. Sony selama tiga tahun belakangan terus mengalami kemerosotan di pasar smartphone, sedangkan para rivalnya dari Asia kian agresif. Penjalan smartphone Sony mengalami penurunan yang cukup signifikan sejak 2015. Pada tahun fiskal 2015, penjualan smartphone Sony turun menjadi 24,9 juta unit dari 39,1 juta setahun sebelumnya. Sejak itu, pangsa pasarnya kian lesu dan hingga akhirnya Sony memperkirakan penjualan smartphone besutannya akan kembali mengalami penurunan pada tahun ini. #android #androidonly #google #googleandroid #droid #instandroid #instaandroid #instadroid #instagood #ics #jellybean #samsung #samsunggalaxys2 #samsunggalaxy #phone #smartphone #mobile #androidography #androidographer #androidinstagram #androidnesia #androidcommunity #sonyxperia #sonymobile #IFA2018

Sebelumnya,Sony Mobile akan menutup operasinya di Timur Tengah, Turki, dan Afrika. "Saya dengar perusahaan akan menghentikan operasi dan kantor di wilayah tersebut mulai Oktober," tulis akun @evleaks. Demikian seperti dikutip dari Android Police. Kendati demikian, belum dapat dipastikan apakah cuitan dari Evan tersebut benar adanya. Sony sendiri hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait ditutupnya operasi perusahaan di sejumlah negara tersebut. Di sisi lain, rumor seakan menegaskan kabar sebelumnya yang menyebut Sony tak lagi berharap banyak pada bisnis smartphone. Hal itu diketahui dari pernyataan CEO baru Sony Kenichiro Yoshida bulan lalu. Ketika itu, ia telah mengumumkan rencana perusahaan untuk tiga tahun ke depan, yang mencakup ketergantungan pertumbuhan pendapatan dari bisnis berlangganan gim dan hiburan. Ia dinilai memberikan sinyal pendapatan dari sisi konten, software, dan layanan lebih penting, mengingat bisnis hardware tengah lesu. #android #androidonly #google #googleandroid #droid #instandroid #instaandroid #instadroid #instagood #ics #jellybean #samsung #samsunggalaxys2 #samsunggalaxy #phone #smartphone #mobile #androidography #androidographer #androidinstagram #androidnesia #androidcommunity #sonyxperia #sonymobile #IFA2018

@ankitfitness 👇👇Read below 👇👇 After many cheat days ... I wasn't expecting this . After only five days by computing calories and right food , I will be able to get the flash of those upper abs. Still very far to go .💪

Mountain View - Keputusan Uni Eropa untuk mengganjar Google dengan denda ternyata segera direspon oleh Google. CEO Google Sundar Pichai langsung menanggapi tuntutan tersebut melalui sebuah tulisan di blog perusahaan. Dalam tulisannya, Pichai menyebut pengguna Android sebenarnya bisa menghapus aplikasi bawaan di perangkatnya. Selain itu, mereka juga dapat memilih aplikasi untuk diunduh yang dibuktikan dengan data bahwa pengguna biasa memasang 50 aplikasi secara mandiri. Namun, jika diminta untuk tidak menyertakan aplikasi bawaan di Android, hal itu dapat mengganggu ekosistem. "Jika manufaktur dan operator tidak menyertakan aplikasi, itu akan mengganggu ekosistem Android," tuturnya seperti dikutip dari The Verge, Kamis (19/7/2018). Lebih lanjut dia menuturkan, sistem bundel semacam ini juga menjadi syarat agar Android tetap gratis. Alasannya, Google tidak perlu membebankan biaya pada perusahaan yang ingin menggunakan teknologinya. "Namun, kami khawatir keputusan ini akan mengganggu keseimbangan yang telah kami lakukan dengan Android, dan dapat menjadi isyarat yang mengganggu dukungan terhadap kepemilikan platfrom terbuka," tulisnya. Melalui tulisan itu, Pichai juga menyebut bahwa putusan Komisi Eropa ini telah mengabaikan fakta bahwa Androdi tengah bersaing dengan iOS. Oleh sebab itu, Android hadir untuk menawarkan pilihan. Di sisi lain, permintaan Komisi Eropa agar Google menghentikan aksi bundel Android dengan sejumlah aplikasi bawaan diprediksi akan mengancam perusahaan. Alasannya, hal tersebut dapat mengurangi pendapatan perusahaan, khususnya dari sisi iklan mobile. Karenanya, Google turut memperingatkan bahwa bisnis model Android sebenarnya dapat saja berubah. Akan tetapi, perusahaan tentu harus menarik biaya lisensi dari perusahaan smartphone, alih-alih memberikannya secara gratis. #android #androidonly #google #googleandroid #droid #instandroid #instaandroid #instadroid #instagood #ics #jellybean #samsung #samsunggalaxys2 #samsunggalaxy #phone #smartphone #mobile #androidography #androidographer #androidinstagram #androidnesia #androidcommunity #google #sundarpichai #larrypage #android

Above Me ❤️

Whut? 📸//@limesublime